saham

Perbedaan Pasar Saham dan Forex

Perdagangan mata uang dari berbagai negara yang berbeda dengan tujuan untuk mendapatkan keuntungan merupakan hal yang dimainkan dalam Trading Forex. Forex adalah singkatan dari Foreign Exchange atau kegiatan yang mencakup pertukaran valuta asing.

Transaksi yang di perdagangan dalam forex yaitu mencakup membeli matauang contohnya Euro (mata uang utama Eropa), terdapat pula USD (United State Dollar atau mata uang Amerika). Tentu saja selain EUR dan USD, forex mencakup transaksi valuta asing pada negara- negara lain.

Dalam bayangan orang awam, pengertian trading forex adalah kegiatan menukarkan uang di Money Changer, yaitu jual beli mata uang asing secara manual yang dilakukan melalui money changer. Padahal, trading forex berbeda dengan transaksi manual seperti di Money Changer.

Pemahaman Pasar Saham Dan Forex

Umumnya, tujuan seseorang untuk membeli dan menjual uang di Money Changer adalah karena kebutuhan untuk menukarkan mata uang untuk bertransaksi di negara berbeda, sehingga ada pertukaran uang secara fisik. Sedangkan trading forex dilakukan dilakukan secara online dengan tujuan mendapatkan keuntungan semata. Perlu dipahami, trading forex merupakan aktivitas bisnis, investasi, bahkan bisa menjadi profesi.

Pasar saham dan pasar valuta asing atau foreign exchange (forex) merupakan dua pasar keuangan yang paling populer di dunia investasi. Investasi di kedua pasar tersebut tergolong cukup menguntungkan, namun memiliki risiko yang cukup tinggi.

Dalam pasar saham maupun pasar forex, kita dapat melakukan aktivitas trading (perdagangan) instrumen di dalamnya dengan tujuan untuk mendapatkan keuntungan dari perubahan nilai instrumen tersebut.

Mekanisme trading di pasar forex dan saham pada dasarnya hampir sama. Namun demikian, ada beberapa perbedaan yang cukup signifikan di antara keduanya.

berikut sejumlah perbedaan antara pasar saham dan pasar forex:

    Instrumen yang Diperdagangkan

Dalam pasar saham, instrumen yang diperdagangkan adalah surat bukti kepemilikan atas perusahaan atau perseroan terbatas. Terdapat ratusan perusahaan yang terdaftar dalam suatu bursa saham yang bisa diperjual belikan sahamnya, seperti misalnya Astra International Indonesia (ASII), Adaro Energy Tbk (ADRO), PT Bank Rakyat Indonesia, Tbk (BBRI), dan lain-lain.

Sedangkan dalam pasar forex atau foreign exchange, instrumen yang diperdagangkan adalah mata uang negara-negara di dunia. Instrumen forex pada umumnya diperdagangkan dalam bentuk pasangan, seperti euro terhadap poundsterling (EUR/GBP), euro terhadap dolar Amerika Serikat (EUR/USD), poundsterling terhadap dolar Amerika Serikat (GBP/USD), dan lainnya.

Banyak sekali kombinasi pasangan forex, namun pasangan forex utama yang sering diperdagangkan antara lain EUR/USD, USD/JPY, GBP/USD, USD/CHF, USD/CAD, AUD/USD.

Berbeda dengan trading forex yang membandingkan nilai mata uang sebuah negara dengan mata uang negara lainnya, pada trading saham, nilai saham sebuah perusahaan tidak dibandingkan dengan saham perusahaan lain.

    Waktu perdagangan

Pasar saham biasanya hanya beroperasi dari pagi hingga sore hari. Jam buka dan tutup bursa saham di setiap negara tentunya berbeda-beda, sebagai contoh Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Senin-Kamis sesi I akan dibuka pada pukul 09.00-12.00 dan dilanjutkan sesi II pukul 13.30-15.49.59 WIB atau waktu Jakarta Automated Trading System (JATS). Sedangkan pada Jumat, sesi I dibuka pada pukul 09.00-11.30 dan sesi II pada pukul 14.00-15.49.59 WIB (JATS).

Sementara itu, jam perdagangan pasar forex berlangsung 24 jam nonstop mulai Senin hingga Jumat. Hal tersebut dikarenakan forex diperdagangkan di seluruh dunia yang memiliki perbedaan waktu.

Dalam pasar forex terdapat empat sesi perdagangan di dunia, yaitu sesi Australia (Sydney) yang dimulai pukul 05.00 – 14.00 WIB, kemudian dilanjutkan oleh sesi Asia (Tokyo) dimulai pukul 07.00 – 16.00 WIB, sesi Eropa (London) yang dimulai pukul 13.00 – 22.00 WIB, dan sesi Amerika (New York) dimulai pukul 20.00 – 05.00 WIB.

    Leverage

Dalam pasar forex terdapat istilah leverage yang memungkinkan seseorang melakukan transaksi dengan modal yang lebih kecil dibandingkan modal sesungguhnya.

Umumnya leverage dalam forex ditampilkan dalam bentuk proporsi tertentu, misalnya 1:100 hingga 1:1.000. Contohnya, leverage 1:100 berarti jika ingin melakukan transaksi senilai US$10.000, Anda cukup mengeluarkan modal senilai US$100 saja.

Selisih dana transaksi dari modal itu dianggap sebagai dana pinjaman dari broker bagi para trader. Pinjaman ini tidak dikenakan bunga dan tidak bisa ditarik, hanya digunakan untuk bertrading saja. Pinjaman bisa diperoleh setelah trader menyetorkan modal sebagai margin (jumlah uang yang harus ada dalam saldo akun).

Sedangkan leverage di pasar saham sangat kecil atau bahkan tidak ada. Sehingga ketika ingin membeli saham senilai Rp100 juta, tentunya Anda juga harus memiliki modal Rp100 juta.

    Likuiditas

Pasar forex merupakan pasar keuangan yang paling likuid dibandingkan lainnya karena kapitalisasinya sangat besar. Selalu tersedia cukup dana di pasar, sehingga semua penjual dapat dengan mudah menemukan pembeli.

Sedangkan likuiditas di pasar saham sangat tergantung terhadap popularitas dan kapitalisasi saham yang dibeli. Saham-saham besar dan populer atau saham lapis satu (blue chips) akan lebih mudah dijual kembali. Namun, ketika membeli saham lapis ketiga atau small-cap stocks, bisa jadi akan sulit menjualnya kembali.

    Peluang keuntungan

Hasil gambar untuk forex site:bisnis.com

Transaksi dalam pasar saham hanya terjadi satu arah, yakni diawali dengan membeli saham dan menjualnya setelah menunggu beberapa waktu. Selisih antara harga beli dan harga jual merupakan keuntungan ataupun kerugian. Oleh karena itu, peluang keuntungan atau profit dalam pasar saham hanya bisa diperoleh ketika harga bergerak naik.

Sedangkan dalam pasar forex terdapat istilah two-way opportunity, yakni Anda tetap bisa mencari peluang keuntungan, baik ketika harga bergerak naik maupun turun. Hal ini terjadi karena dalam perdagangan pasar forex memungkinkan transaksi dua arah.

Ketika Anda memperkirakan harga bergerak naik, Anda bisa mengambil posisi Buy (long) untuk mencari keuntungan. Sebaliknya, ketika harga sedang turun, Anda bisa melakukan sell (short) untuk mendapatkan keuntungan.

    Volatilitas dan risiko

Volatilitas pasar forex sangat tinggi, artinya harga bisa naik tinggi dengan cepat dan dapat tiba-tiba turun secara cepat. Hal ini karena pasar forex sangat sensitif terhadap peristiwa politik, ekonomi, dan sosial suatu negara.

Sementara itu, pola harga dalam pasar saham cenderung lebih stabil yang dapat dilacak dari waktu ke waktu.

Semakin tinggi volatilitas, maka semakin tinggi pula keuntungan yang diperoleh. Namun, perlu diingat resikonya juga akan semakin tinggi.

Ilustrasi Pengertian Trading Forex

Prinsip trading forex online cukup sederhana, yaitu mendapatkan keuntungan dari selisih harga beli dan harga jual dengan melakukan transaksi beli saat harga rendah dan transaksi jual saat harga tinggi. Misalnya, kita membeli Dolar AS sebanyak $100 pada saat nilai tukar Rupiah terhadap Dolar berada pada nilai Rp13,250. Rupiah yang kita keluarkan untuk mendapatkan $100 tersebut menjadi Rp1,325,000.

Seminggu kemudian, Dolar AS makin kuat hingga nilai tukarnya menjadi Rp13,500. Jika kita menjual $100 tersebut, maka akan untung Rp25,000, karena orang lain yang ingin membeli $100-nya sekarang harus mengeluarkan Rupiah sebanyak Rp1,350,000.

Leave a Reply

Your email address will not be published.